PENERAPAN PENGERING SURYA (SOLAR DRYER) KEPADA KELOMPOK TANI PADI DI KOYA BARAT DISTRIK MUARA TAMI
Keywords:
pengering surya, kelompok tani padi, laju pengeringan, temperatur ruang pengering, kualitas produk pengeringan.Abstract
Faktor penentu kualitas beras yang dihasilkan oleh para petani padi adalah proses pengeringan gabah pasca panen. Selain mengandalkan pengeringan langsung di bawah panas matahari, petani juga sangat membutuhkan alat pengering yang memadai, terutama jika masa panen berlangsung di musim hujan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan pengering gabah tenaga surya (solar dryer) yang sederhana kepada masyarakat petani, khususnya pada Kelompok Tani Jaya yang berkedudukan di Koya Barat, Distrik Muara Tami sebagai salah satu sentra padi di Jayapura dengan produk yang dikenal sebagai “Beras Koya”. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, proses pengeringan dengan solar dryer akan berlangsung lebih cepat, aman dari gangguan hewan, serta kualitas produk hasil pengeringan akan lebih baik karena temperatur di dalam ruang pengeringan dapat terjaga (tidak terlalu tinggi). Pada kegiatan pengabdian terdahulu, solar dryer yang disosialisasikan belum menggunakan exhaust fan atau turbin ventilator. Kelemahannya adalah kecepatan pengeringan yang belum optimal serta suhu dalam ruang pengering masih terlalu tinggi sehingga dapat merusak/menurunkan kualitas produk hasil pengeringan. Sebagai tindak lanjut maka pada kegiatan PKM ini, konstruksi solar dryer yang disosialisasikan telah dilengkapi dengan piranti tersebut. Kegiatan PKM ini mendapat sambutan dan animo yang baik dari para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Jaya dengan mengikuti kegiatan sosialisasi hingga selesai. Kelemahan dari solar dryer adalah daya tampung gabah yang masih terbatas sehingga masyarakat petani mengusulkan agar bisa dibantu oleh pemerintah setempat dalam hal pengadaan alat dan bahan untuk membangun sebuah alat pengering gabah yang berukuran memadai.
References
Allo R., Tambing E., Pongsapan A.S. (2022). Karakterisik Pengering Surya (Solar dryer) Rak Bertingkat dengan Kolektor Sekunder dan Exhaust fan. In: Prosiding Seminar Hasil Penelitian Pengembangan Ipteks dan Sains LPPM Uncen Jayapura. p. 173-182.
Allo R., Tambing E., Pongsapan A.S. (2020). Karakterisik Pengering Surya (Solar dryer) dengan Kolektor Sekunder dan Rak Bertingkat. J Cartenz; 12(5):1-7
Allo R., Pongsapan A.S. (2019). Optimasi Alat Pengering Berbasis Tenaga Matahari Dengan Penambahan Kolektor Sekunder. In: Prosiding Seminar Hasil Penelitian Pengembangan Ipteks dan Seni LPPM Uncen Jayapura. 2019. p. 232-238.
Himran S. (2012). Study On Paddy Drying Using Husk Stove As a Heater Drying. In: prosiding SNTTM & Themofluid UGM Yogyakarta. p. KE-025.
Rantepulung S. (2012). Analisis efisiensi pengering gabah dengan tenaga surya. Tesis Universitas Hasanuddin Makassar: Tidak diterbitkan.
Suanggana D., Himran S., Jalaluddin. (2014). Waktu Pengeringan Antara 2 Alat Pengering Gabah Dengan dan Tanpa Menggunakan Kolektor Sekunder. Universitas Hasanuddin. Accessed October 08, 2022 https://adoc.pub/waktu-pengeringan-antara-2-alat-pengering-gabah-dengan-dan-t.html


mini.png)

